Showing posts with label Me. Show all posts
Showing posts with label Me. Show all posts

Friday, September 24, 2010

Basket

Ya Tuhan, tiba-tiba pengen maen basket :(
Bertahun-tahun, astaga, betul-betul hitungan tahun sudah nggak pernah menyentuh bola oranye itu!

Serius deh, Gw rindu lari-larian di lapangan, kangen suara bola yang memantul-mantul di lapangan, kangen keringet yang membanjir setelah capek lari-larian.

Berapa sih umur gw sekarang?? Err hampir 23 ya? Masih pantes gak sih lari2an di lapangan basket :((

Monday, September 6, 2010

Saya nggak akan bisa memaksa orang lain untuk memahami jalan pikiran saya, mengerti apa yang saya inginkan, mengerti harus berbuat apa sesuai kehendak saya. Tapi saya bisa berusaha mengkomunikasikan, membicarakan, berusaha menyampaikan hal-hal yang ingin saya sampaikan, begitu juga sebaliknya, saya juga berhak untuk menyimpan apa yang tidak ingin saya sampaikan, menyimpan hal-hal yang menurut saya cukup saya dan Tuhan yang tau isi hati saya.

Ada bagian-bagian yang ingin saya simpan sendiri, terutama bagian-bagian yang mungkin kalo saya sampaikan ke orang lain malah membuat keadaaan jadi nggak enak, yang mungkin akan melukai hati si pendengar, yang mungkin akan membuat saya jadi nggak nyaman.

Dan kemarin, saya membuka bagian itu, bagian yang nggak ingin saya sampaikan, ke-tidak suka-an yang nggak mau saya bagi ke siapapun juga karena saya berusaha menggeser ke-tidak suka-an itu menjadi ketidak pedulian, berusaha untuk menghindari hal-hal yang tidak saya suka berkembang menjadi kebencian yang menjadi-jadi.

Well, mungkin salah saya memang yang gampang merasa tidak suka sama orang lain (dan gampang juga merasa suka), saya gampang sekali merasa nggak suka terutama ketika saya merasa terusik. Dengan umur dua puluh sekian ini, saya malas ribut2 enggak penting, malas menyimpan perasaan benci yang cuma akan bikin saya capek, mending saya diam dan menghindari orang yang bagi saya menyebalkan ini, menganggapnya nggak ada.

Kemarin-kemarin saya berada di fase itu, berusaha menganggap gangguan itu nggak ada. berusaha untuk merasa tidak terusik, berusaha mengendapkan perasaan tidak suka saya supaya suatu hari nanti saya juga akan merasa biasa-biasa aja. sampai disatu titik, emosi saya terpancing, keadaan yang nggak enak semakin menekan saya, emosi saya meninggi, saya sampaikan ketidaksukaan saya tanpa perasaan. melukai hati orang yang mendengarnya, mendorong si pendengar mengeluarkan sederet kalimat yang menampar muka saya, memukul perasaan saya lebih kuat lagi. dari sini saya akan belajar, ada hal yang harus tetap saya simpan hanya untuk saya, yang harus saya jaga agar tidak melukai orang lain, terlebih diri saya sendiri.

Me,
-Iv-

Thursday, June 24, 2010

Komunikasi (versi saya)

"Dialogue means listening and understanding, not proving and convincing"



Saya mungkin digolongkan debagai orang yang banyak bicara, cerewet, bawel apapun lah itu namanya. Saya buat diri saya pribadi, saya membedakan pengertian antara "ngomong" dan "komunikasi", yang terakhir saya sebut itu adalah kebutuhan pokok bagi saya.

Komunikasi buat saya adalah bertukar pikiran dengan cara yang baik, bagaimana saya mengerti keinginan/isi pikiran partner saya, dan bagaimana saya menyampaikan keinginan/isi pikiran saya. Bukan mencari menang atau kalah, bukan memaksakan keinginan saya untuk diterima dan mengacuhkan keinginan partner saya, tetapi saling memahami keinginan masing-masing dan menyatukannya.

Sama halnya dengan suka bicara, saya juga suka mendengarkan. dan saya menyetujui pembedaan antara Hear and Listen. Hear saya gunakan untuk pembicaraan yang sekedar untuk didengarkan, dan listen saya definisikan dengan keadaan ketika saya memberikan perhatian untuk memahami apa yang dibicarakan partner bicara saya, dan mengerti apakah partner tersebut hanya butuh didengar dengan penuh perhatian atau juga meminta pendapat.

Ngomong dan Komunikasi itu berbeda, buat saya, komunikasi itu menarik, karena ketika ada masalah dan butuh diselesaikan dengan berkomunikasi saya harus bisa memahami apa yang diinginkan partner saya dan bagaimana saya menekan ego saya untuk menerima pendapatnya dan menyampaikan apa yang saya inginkan. Atau ketika berbagi cerita, ada saatnya saya harus mendengarkan dengan penuh perhatian,dan menunggu saat untuk berbicara. Seimbang.
Bukan ngotot-ngototan bahwa saya yang benar pihak lain yang salah, atau mendominasi perbincangan sehingga pihak lain tersudut.

Setidaknya itu bentuk komunikasi yang saya sukai =)
Tapi saya juga bukan manusia yang sabar luar biasa, ketika saya emosi, maka lupa lah saya bahwa saya nggak boleh meledak-ledak, bahwa partner saya pasti punya alasan sendiri untuk apa yang dilakukannya. bahwa saya tidak boleh menyudutkan partner saya (dan sayangnya ketika emosi saya meledak-ledak saya berbakat untuk menyudutkan dan kemudian menyesal)

Kuncinya, saya harus mengingat ada dua telinga untuk lebih banyak mendengar, dan hanya satu mulut untuk berbicara. Demi mencapai komunikasi yang nyaman! hehehe ;)


Regards,
-Eve-

Tuesday, February 9, 2010

Mati

Saya baru sadar ada sisi hati saya yang mati.

Perasaan saya mati, tidak mampu menafsirkan rasa apa yang saya rasakan, semuanya tiba-tiba terasa biasa, sama.
Kehangatan itu meredup ditelan waktu, manis nya bergeser menjadi hambar, dan semua terasa biasa saja.

Saya benci keadaan ketika saya tidak bisa merasakan semuanya. saya benci ketika sisi hati saya yang itu mati.

Tanya

"yg membuat pp senang dn pengin punya mantu kamu, krn kmu cerdas dan teliti serta peduli. sayangnya harapan orang tua itu kini ga tercapai" -90210, 13.49-



Terus sekarang siapa yang salah?
dan sekarang saya harus bersikap gimana?
masih salah saya?

Sunday, January 31, 2010

Am i move on or i'm just run away?

Saya terdiam dan terpaku beberapa saat ketika saya disodori pertanyaan "move on or run away?" ketika saya memasang status FB dan seorang teman merespon dengan kalimat yang demikian.

Am i move on?? or i'm just run away??

Saya jadi bertanya pada diri sendiri: apakah saya terlihat seperti orang yang suka lari dari kenyataan? atau saya terlihat seperti orang yang suka mencari pelarian dari masalah-masalah saya?

Dalam status Fb saya, yang saya maksud adalah tentang hati, ya ya ya..cinta melulu..
sampai bosan saya harus menulis disini tentang ini, tapi memang harus saya akui, saya gampang sekali terpengaruh sama hal-hal yang begini.

Pasca patah hati terakhir saya, saya sudah melalui tiga bulan dengan berusaha menyembuhkan luka-luka saya SENDIRI! maksud saya, saya tidak memanfaatkan atau sesegera mungkin memasukkan orang baru dalam hidup saya agar saya tidak merasa sakit. Bukan karena saya tidak punya pilihan, beberapa hari pasca putus pun ada tawaran untuk menyembuhkan, bukan satu, tapi dua tawaran (tolong catat disini saya tidak bermaksud untuk sombong)

See? kalau saya mau, mungkin bisa aja waktu itu saya terima salah satunya buat pelarian saya.
catat: PELARIAN. Tapi toh saya nggak memilih untuk melakukannya, karena detik itu saya sadar keadaan diri saya, saya sadar keberadaan oknum-oknum yang menawarkan pengobatan itu nggak akan memperbaiki keadaan saya, tapi justru akan menyakiti saya lebih lama lagi.
dan terlebih saya sadar belum tentu mereka obat yang saya butuhkan untuk sakit saya.

Seperti umumnya luka, butuh waktu dan proses untuk mengeringkan dan menyembuhkannya, tidak pernah instan. Begitu juga luka hati saya, saya butuh waktu untuk menyembuhkannya.


Seperti anak kecil yang terluka ketika jatuh dari berlari, mereka akan menangis, menangisi rasa sakit yang berasal dari lukanya, bukan penyebab lukanya, tapi setelah itu, mereka akan dengan gampangnya tertawa dan ceria walaupun luka itu belum sepenuhnya kering, dan kembali berlari.


I'm not run away, i'm move on

Walaupun saya belum yakin diri saya masih mampu berlari seperti anak-anak kecil yang pernah terluka itu karena jatuh berulang kali dan terluka membuat saya takut berlari, tapi saya sudah melangkah, saya meninggalkan kenangan manis dan pahit itu dibelakang, tidak ingin saya ratapi, tidak juga menyalahkan apapun yang terjadi, sesekali saya akan menoleh ke belakang, berkaca pada pengalaman, dan saya sudah bisa menertawakan semuanya :)

Saya melangkah, mungkin saya akan belajar berlari kembali, atau menunggu orang yang mau menggendong saya dan membawa saya berlari, orang yang akan menjaga langkahnya dengan hati-hati agar saya tidak merasakan sakit itu lagi :) *setidaknya kalaupun terjatuh, paling tidak saya tidak sendiri ;p*



Love,
-Eve-

Sunday, January 24, 2010

:)

I do not know how it was started...
The only thing i know: You can make me feel safe and comfort

Sumpah saya betul-betul tidak tau harus berbuat apa ketika rasa nyaman dan aman mulai menyinggahi perasaan saya ketika saya mengenal DIA.
Saya menemukan diri saya yang kembali cerewet, saya kembali menemukan hidup saya, saya menemukan diri saya yang mulai mau bercerita tentang banyak hal, saya bahagia, nafsu makan saya kembali, saya bisa tertawa lega betul betul dari hati saya, bisa melewatkan malam saya dengan senyum yang terus menghiasi bibir saya, saya merasa seperti baru keluar dari gelap nya gua tempat persembunyian saya beberapa bulan ini :)

And all the things makes my heart so warm, thank you for makes everything set back to normal.

Terima kasih, siapapun kamu di luar situ yang berhasil mengembalikan kehidupan saya, u r my Happy pill :)


Regards,
-Iv-

Monday, November 16, 2009

I'm Not Teenager Anymore

Saya percaya Tuhan selalu punya cara untuk menempa saya menjadi manusia yg lebih kuat.
Mengajari saya bahwa hidup nggak melulu soal bahagia, kadang Tuhan menyentil saya dengan caranya, membuat saya berputar kebawah dengan mendadak juga salah satu caranya.

Dulu, jaman saya SMP, jangan tanya saya se-brutal apa saya. patahan kursi di kelas mungkin sekedar saksi bisu sikap Emosional parah saya yang gampang sekali meledak2..
Yaah, namanya juga remaja.. abege..masih labil labilnya.
Selalu merasa paling benar, paling oke, paling, paling, paling lainnya lah.
But thanks God, you brought me here, 21 tahun minus beberapa hari sebelum menginjak 22

I'm Not Teenager Anymore
Kayanyaa semua tempahan yang Tuhan buat melalui banyak peristiwa pahit dan nggak mengenakkan di Hidup saya dan sekeliling saya sudah jauh membawa saya untuk tidak se-emosional dan se-labil dulu.

Dulu, kalo sahabat saya disakiti, orang terdekat saya disakiti, saya yang akan mencak2 dan kebakaran duluan.
*mengenang sambil tertawa geli*
Sekarang, mungkin karena saya sudah cukup bisa membedakan mana hidup saya, mana urusan saya, dan mana urusan orang lain, saya udah nggak segitunya juga. Marah kalo orang yang kita sayangi disakiti yah pasti ada lah ya, tapi nggak lagi membuat saya memaki2 orang sembarangan...
Lebih baik buat saya menenangkan dan ada ketika mereka butuh saya kapanpun mereka mau.
Marah dan memaki orang lain bukan cara yang baik, apalagi nanti cuma dianggap sok ikut campur urusan orang, dan justru kadang nggak membantu mereka malah semakin membawa mereka ke keadaan yg lebih buruk lagi.
Saya masih bisa marah dan memaki, tapi saya tidak akan memilih itu.

Sangat terasa sekali ketika saya berhadapan dengan orang-orang yang menghadapi hal-hal sepele dengan penuh emosi, saya cuma bisa tersenyum dalam hati, saya pernah ada di posisi itu.
Saya sadar sekali kadang2 kemarahan cuma menguras energi, buang2 waktu, dan membuat keadaan semakin nggak karuan. Belum lagi ribuan sel otak yang putus ketika melakukan -aktivitas- marah :)
Kemarahan cuma menunjukkan ketidakmampuan kita mengontrol emosi, dan kadang-kadang mempermalukan diri sediri.

Ada hal-hal yang harus diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kemarahan, karena ketika kemarahan menyambar kita nggak akan pernah bisa berfikir jernih.

Semua pahit dan keadaan yang nggak mengenakkan adalah tempaan agar umat-NYA lebih kuat dan bijak menjalani hidup.
Saya percaya itu, dan setiap kali keadaan itu dihadapkan pada saya, saya percaya setelah itu saya harus bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik lagi-lagi-dan lagi.

Just believe, Iv...
"After winter comes the summer. After night comes the dawn. After every storm, there comes clear and open skies"



*buat sahabat2 yg pernah tersakiti, yoel, vb, noey here is the answer... knp iv ga pernah digarda depan lagi;)*


better me,
Love...

-Eve-

Monday, June 8, 2009

Tentang kesepian

Semalem, ketika telfon dari orang yang paling saya tunggu ditutup karena dia harus beristirahat, saya terdiam beberapa saat.
Menarik nafas dalam, dan langsung muncul perasaan sesak.

Saya benci ditinggalkan.
ya, saya ternyata benci ditinggalkan.

Pikiran saya langsung terbang ke tahun2 sebelumnya, tentang betapa tidak sukanya saya ditinggalkan dalam malam2 saya, tentang kesepian saya, tentang kekosongan ruang yg kadang menyiksa saya..

mungkin kadang ada saatnya saya larut dalam dunia saya, dan menikmati kesendirian saya, tapi tidak pada saat2 saya menginginkan ditemani..

saya benci ditinggalkan..
benci ditinggalkan ketika saya berharap bisa mengisi malam2 saya bersamanya.

saya benci keadaan menunggu kemudian ditinggalkan..
*sigh*

Sunday, June 7, 2009

Some pictures of fam

Ulang tahun si Ardin :)
Riverside, 30 Mei 2009








hey heyy ini cucu H.M.B.Muchtar :) Full Version mulai dari yg plg tua, sampe yg ter anyar

Saturday, May 16, 2009

blubub blubub

hahahahaa Koneksi internet rumah jeblug kaga bisa ngeblog seabad!

gela gela gelaaaaa
lagi banyak2nya tugas
lagi gampang-gampangnya sakiiit
lagi penuh dengan kepenatan fisik dan Hatiiii
Mohon doanyaaa semuanyaaa.....

Saturday, March 28, 2009

Tadi siang waktu lagi nunggu jam masuk abis ishoma PLKH, Saya, Ntie, dan Hence duduk2 didepan kantin FHS
Eh tiba-tiba saya melihat sesosok pria yang tak lain adalah Pembimbing saya! gehehehehe
refleks beliau menunjuk saya dari kejauhan dan senyum manis sekali yang di
kepala saya berubah menjadi sederet kata2 "Eeeh elu! mahasiswi sarap yang ga ngadep2 saya, bimbingan macam apa kamu nak?!" (hal fiktif yang muncul karena perasaan bersalah karena ga pernah ngadep beliau selama nyaris dua bulan)

pas jam pulang PLKH, waktu lagi nyamperin Aryo di Parkiran ehhh Papasaaan sama Beliau..hihiihhiii dasar enggak tau dirii bener saya jadi mahasiswa, masa pembimbingnya yang nanyain "ayooo, mana skripsinya?! yang laen udah mau selesai" (yang lain disini mungkiiin menurut saya mahasiswa2 bimbinganbeliau di program notariat yang waktu itu barengan sama saya menghadap). dan dengan sangat tidak bertanggung jawabnya saya ngeles menyalahkan bahan yang susah didapat, ckckckck PARAAAH....


Oh SH*T, kenapa penyakit jiwa saya kambuh disaat seharusnya saya FOKUS pada skripsi...?!!

Siaaal...saya kehilangan motivasi mengerjakan skripsi, mengalami penurunan semangat, kekosongan jiwa yang parah, daaaan... kebiasaan nunda-nunda pekerjaan ini semakin PARAH...

Oh, Come On Ivana!!! Lo mau lulus kapaaan???!!
sial.sial.sial...

YA ALLOH, Kuatkan hati saya, gerakkan tangan saya, terangkan Pikiran saya
Amieeen




Orang sakit jiwa,
-Iv-

Sunday, February 1, 2009

M.A.A.F

Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Mudah saja...
(SO7, Mudah saja)


Gila sedih deh bo, denger lagunya...
Meresapi kata demi kata dari lirik lagu ini..ihh menohok!
Miriss...Mengiris-ngiris hati
but still, i play this song over and over again

Case nya adalah ketika kita dalam keadaan bener-bener cinta sama orang dan orang itu gampang aja meninggalkan kita, melupakan, disaat kita berat setengah mati buat ngelepasin dia.
dan orangnya bilang "kau harus bisa seperti aku, yang sudah biarlah sudah". Oh damn! mendadak nyesek setengah mati.

Sial, saya pernah ada diposisi itu, lebih tepatnya di dua posisi itu.
sebagai orang yang diabaikan, dan orang yang mengabaikan.

Ampuni saya ya Tuhan!
Terlebih ketika saya ada di posisi mengabaikan.
Maafkan saya!

Semoga mereka mengerti bahwa saya tidak pernah secuil pun berniat untuk menyakiti

Dan Demi Tuhan, jangan balikkan keadaan itu!
Please, Forgive me! Please! Please!

Karena akhirnya saya sadar:

"The One you love and The One who loves you are NEVER, EVER the SAME person"

Maafkan Saya...



Sincerely,
-Me-

Monday, January 19, 2009

Sahabat baru saya: MASALAH

ih ih ih keseeeeeeel deh minta ampuuun
berapa minggu ini kok masalah akrab banget ngikutin saya
ALLOHU AKBARRRRR
Astaghfirullooooh.....

Capeeeeeeek sayaaa *hhiiiiiks*

Belom juga urusan kampus selesei, sudah ada masalah sama si monster pulaaa
Diperparah dengan temen2 yang secara ajaibnya kompak-serentak-mendadak nggak ada satupun yang aktif saat saya dilanda kesedihan yang tiba2 menyergap (ditengah malam) yg bikin Aer mata ga bisa ditahan dan membasahi bantal ....
Ampuni hamba, ya Tuhan, kalo jadi mengeluh kenapa harus-kenapa harus-kenapa begini-kenapa begitu.
Dan akhirnya kejadian malam itu diakhiri dengan tertidur dengan sendirinya karena kelelahan meneteskan air mata...*sigh*

Dan tiba-tiba kemarin pagi saya dikagetkan dengan kemunculan seorang temen-satu-gelombang saya (selanjutnya akan disebut disini sebagai Si Wong) yang tiba-tiba menghubungi ke XL.

Saya kenal Wong secara nggak sengaja di YM di tahun 2005, setelah ngobrol ngalor ngidul akhirnya pada waktu itu saya tau kalo dia punya "kelebihan"..
dulu pas pertama kenal saya sempet dilanda parno karena hal-hal kecil yang bisa dia tangkap tanpa saya cerita..setelah setahunan kenal dia, baru deh saya berani ngasih no Hp ke dia. Itupun karena dia sering banget muncul meninggalkan message di Friendster tepat ketika ada masalah2 menghampiri saya...

Setelah sekian lama nggak ada komunikasi sama si Wong ini, Kaget dooong saya pas pertama ngangkat telfonnya....in case malam sebelumnya waktu lagi sedih itu saya sempet ngesms dia ke IM3 nya dan itu pending sampe akhirnya Failed.
Dan tingkat kekagetan saya makin menjadi waktu dia ngomong ke saya kalo suara saya menandakan orang yang berbeban beraat..aiihh makin merinding disko deh sayaaa...sampe akhirnya dia nanya "ada masalah apa".

Huaah tiba-tiba ada yang Care ke saya...bertanya "Ada masalah apa" sumpah terharuu deeeh *meneteskan aer mata haru*.
nggak nyangka, temen2 yang saya pikir selalu-ada aja mendadak hilang, dan si Wong yang bahkan mukanya aja saya nggak inget ini tiba2 menghampiri dan nanya "ada masalah apa". dan dengan tetep nggak sanggup bercerita, dia tetep membeber tentang kondisi psikis saya yang lagi labil saat ini. sampai akhirnya obrolan terhenti karena Family time telah tiba dan saya harus membantu nyiapin makan siang, dan kemudian telfon ditutup dengan kata-kata penutup "Jangan sedih yah"
Oh...Whatta nice guy
Saya menganggap bahwa itulah bukti Tuhan sayang saya, saya nggak sendirian..dan dia tunjukkan itu...

setelah sempet merasa sedikit ringan, tiba-tiba saya dihantam lagi pukulan dari sahabat saya...


Karena salah paham sedikit mendadak memasang status2 peperangan di Facebook
Oh..DAMN!! gilaaa gilaaa ini gilaaa
bener2 nggak menyangka, seorang PRIA nyaris 22tahun, bertingkah kaya Wanita dengan bersembunyi dibalik status2 nggak penting itu dan ketika saya tanya malah makin menjadi-jadi memasang status , bukannya menghadapi saya dan menyeleseikan masalah ini...

Oh Come on dude... Lo tuh Cowo, benci banget deh ngadepin pria2 berwatak banci kaya lo!

Nggak perlu lari lah dari masalah, lha kalo saya salah juga akan mengaku salah.
Tapi maaf, saya nggak ada waktu buat meladeni pria pria tidak gentle yang hanya berani menyindir lewat status.


Wanita yang lagi akrab sama MASALAH,

-Iv-

Friday, January 2, 2009

Terima kasih Tuhan

Terima kasih Tuhan,,,
atas jawaban dari kecemasan tak beralasanku beberapa malam yang lalu
Terima kasih Tuhan,,,
Tidak membiarkanku digulung kekalutan yang menyiksaku
Terima kasih Tuhan,,,
Mempertemukanku dengan orang-orang itu